PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS – Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN MP) Sumatera Selatan mematangkan pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok Pelajar Petani sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) sekaligus mendorong regenerasi petani.
Ketua HMTN MP Sumsel Ir. Agus Darwa, M.Si mengatakan, keterlibatan perempuan dan generasi muda diperlukan untuk memperkuat aktivitas pertanian berbasis masyarakat.
“Pertanian tidak hanya soal produksi, tetapi juga regenerasi. Karena itu, kami menyiapkan KWT dan Pelajar Petani untuk mendukung kemandirian pangan di Sumsel,” kata Agus, Kamis (01/10/2026).
Menurut Agus, KWT dapat diarahkan pada kegiatan pertanian berbasis keluarga dan lingkungan, seperti pemanfaatan lahan pekarangan, budidaya hortikultura, pembibitan hingga pengelolaan hasil pertanian.
Sementara Pelajar Petani akan menjadi wadah edukasi generasi muda untuk mengenal proses pertanian secara langsung.
Pembelajaran dapat dilakukan melalui praktik budidaya sehingga pelajar memahami proses produksi pangan dari hulu hingga hilir.
“Kami ingin perempuan dan generasi muda ikut terlibat dalam kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Agus menegaskan, jajaran pengurus daerah HMTN MP menjadi bagian penting dalam penerapan kegiatan tersebut.
Mereka didorong aktif memetakan potensi wilayah, membangun koordinasi, mendampingi kelompok dan memastikan kegiatan berjalan secara konsisten.
“Pengurus daerah harus menjadi ujung tombak. Mereka yang mengetahui kondisi wilayah, sehingga pendampingan dan pelaksanaan kegiatan harus berjalan dari daerah,” tegasnya.
Pengurus daerah juga diharapkan membangun komunikasi dengan kelompok tani, sekolah, masyarakat serta pihak terkait agar kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Agus mengatakan, pembahasan lebih lanjut akan diselaraskan dengan agenda HMTN MP menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HMTN MP 2026.
Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyelarasan langkah organisasi di daerah.
Ia menilai pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan yang belum produktif dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengembangkan aktivitas pertanian masyarakat. Jenis komoditas maupun pola budidayanya disesuaikan dengan kondisi setempat.
Keterlibatan generasi muda juga diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai sektor pertanian sekaligus membuka ruang bagi proses regenerasi petani.
HMTN MP Sumsel akan mendorong koordinasi antara jajaran pengurus daerah dan kelompok masyarakat agar kegiatan yang dikembangkan memiliki manfaat nyata dan dapat berjalan berkelanjutan.
“Yang terpenting bukan hanya membentuk kelompok, tetapi memastikan ada kegiatan, ada pendampingan dan ada hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkas Agus.**














