Politik

Ayu Nur Suri: Bulan Bung Karno Momentum Meneguhkan Ideologi dan Politik yang Bekerja untuk Rakyat

6
×

Ayu Nur Suri: Bulan Bung Karno Momentum Meneguhkan Ideologi dan Politik yang Bekerja untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS– Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palembang sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ayu Nur Suri, SE., MM, menegaskan bahwa Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial untuk mengenang kelahiran Proklamator Republik Indonesia.

Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi momentum strategis untuk meneguhkan kembali ideologi, memperkuat nilai-nilai Pancasila, serta mempertegas keberpihakan kepada rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Ayu saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Kota Palembang pada 30 Juni 2026.

Acara tersebut dihadiri perwakilan DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Selatan, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Palembang, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Palembang, unsur Forkopimda, sejumlah perwakilan pengurus partai, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta kader dan simpatisan PDI Perjuangan.

Dalam sambutannya, Ayu menegaskan bahwa bagi PDI Perjuangan, Bung Karno merupakan sumber inspirasi perjuangan yang mewariskan nilai-nilai kebangsaan, semangat gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Bulan Bung Karno bukan sekadar mengenang tanggal lahir Sang Proklamator.

Bulan ini adalah momentum untuk menyalakan kembali api ideologi, memperkokoh semangat perjuangan, dan mempertegas keberpihakan kepada rakyat.

Bung Karno mengajarkan bahwa politik adalah alat pembebasan rakyat, bukan alat kekuasaan,” ujar Ayu.

Menurutnya, PDI Perjuangan tetap konsisten menempuh jalan ideologi dengan menjadikan gotong royong sebagai napas perjuangan dan terus berpihak kepada wong cilik sebagaimana cita-cita Bung Karno yang terus diteguhkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri.

Ayu mengingatkan bahwa tantangan generasi saat ini tidak lebih ringan dibanding masa perjuangan kemerdekaan. Persoalan seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, lunturnya nasionalisme, kerusakan lingkungan, hingga melemahnya semangat gotong royong menjadi pekerjaan bersama yang harus dihadapi.

Karena itu, ia menegaskan kader PDI Perjuangan harus hadir sebagai pelopor, penggerak, sekaligus pelayan masyarakat.

“Kader PDI Perjuangan harus menjadi solusi di tengah masyarakat, bukan hanya hadir menjelang pemilu. Kekuatan partai tidak diukur dari banyaknya baliho atau slogan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat,” tegasnya.

Sebagai wujud politik yang bekerja untuk rakyat, Ayu menjelaskan bahwa selama rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026, DPC PDI Perjuangan Kota Palembang telah melaksanakan enam rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut meliputi pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan pencegahan stunting, lomba gaple, pelatihan pengolahan sampah menjadi eco enzyme, turnamen padel, kegiatan seni dan budaya, serta berbagai aktivitas sosial lainnya yang memperkuat kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, seluruh kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata politik kerakyatan yang menjadi identitas PDI Perjuangan.

“Inilah wajah politik PDI Perjuangan. Politik yang bekerja, politik yang mengabdi, dan politik yang menyatu dengan denyut kehidupan rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ayu juga kembali mengingatkan pentingnya ajaran Trisakti Bung Karno sebagai arah perjuangan bangsa, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Berdaulat berarti Indonesia tidak boleh tunduk pada kepentingan asing. Berdikari berarti seluruh kekayaan bangsa harus dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Berkepribadian berarti bangsa Indonesia harus menjaga budaya, semangat gotong royong, dan nilai-nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengutip pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bahwa mencintai Indonesia harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjaga lingkungan, melestarikan kebudayaan, hingga membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Menutup sambutannya, Ayu menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk terus hadir bersama rakyat dalam setiap situasi.

“Dari Kota Palembang, kami menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan terus berdiri bersama rakyat. Ketika rakyat membutuhkan pelayanan, kami hadir. Ketika rakyat menghadapi kesulitan, kami hadir.

Ketika bangsa membutuhkan persatuan, kami menjadi penggeraknya. Karena bagi PDI Perjuangan, partai bukan sekadar kendaraan politik, melainkan alat perjuangan rakyat,” tandasnya.

Ia mengajak seluruh kader dan masyarakat menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, nasionalisme, serta terus bergerak mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat sebagaimana dicita-citakan Bung Karno.

Di penghujung acara, Ayu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026 di Kota Palembang.

Dengan mengucapkan syukur, ia secara resmi membuka Puncak Peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 DPC PDI Perjuangan Kota Palembang. ***