Palembang

Cabai Rawit Meroket, Sinyal Awal Dampak Krisis Pangan Global di Palembang

25
×

Cabai Rawit Meroket, Sinyal Awal Dampak Krisis Pangan Global di Palembang

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Gejolak harga pangan global imbas konflik di kawasan Timur mulai dirasakan hingga ke pasar tradisional di Kota Palembang. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, dengan cabai rawit menjadi penyumbang utama lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang dijabat oleh Marhaen, S.H., M.Si. melalui Kepala Bidang Dinas Perdagangan Kota Palembang, Elsa, mengatakan, bahwa kenaikan harga cabai rawit dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi dengan pasokan memadai. Selain itu, faktor cuaca turut memperparah kondisi lantaran menyebabkan cabai mudah rusak dan memicu gagal panen di sejumlah daerah penghasil.

“Cabai rawit saat ini masih mengalami kenaikan harga. Permintaan masyarakat tinggi, sementara kondisi cuaca membuat hasil panen terganggu,” kata Elsa, Kamis (9/4/2026).

Meski demikian, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan memastikan terus melakukan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah monitoring harga secara rutin di pasar-pasar tradisional guna memastikan tidak terjadi lonjakan yang tidak wajar. Selain itu, pemerintah juga menggelar program pasar murah yang telah dilaksanakan di 18 kecamatan.

“Pasar murah ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah pasar atau setara harga agen,” jelasnya.

Dalam aspek pengawasan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Satgas Pangan Polrestabes Palembang juga aktif melakukan pemantauan terhadap distributor hingga pengecer. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga tetap sesuai dengan ketentuan dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas daerah sebagai bagian dari strategi menjaga pasokan. Pemkot Palembang telah menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil bahan pangan, khususnya untuk komoditas penyumbang inflasi seperti cabai, bawang, dan beras.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi tekanan harga akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah, sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan dari gejolak pangan global.

Sementara itu, kondisi stok pangan di Palembang hingga saat ini masih tergolong aman. Namun, pemerintah tetap mewaspadai potensi gangguan distribusi yang bisa terjadi sewaktu-waktu sebagai imbas situasi global.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Palembang berharap stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak tergerus di tengah tekanan ekonomi global. (WNA)