BANYUASIN, SUMSELJARRAKPOS — Proyek revitalisasi SMP Negeri 3 Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditetapkan.
Meski kontrak awal berakhir pada 25 Desember 2025, hingga awal April 2026 pekerjaan masih dalam tahap penyelesaian.
Revitalisasi yang bersumber dari bantuan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal SMP, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini mencakup tiga paket pekerjaan, yakni pembangunan ruang ilmu pengetahuan alam (IPA), ruang perpustakaan, serta laboratorium komputer.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (7/4/2026), sebagian fasilitas sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Ruang laboratorium komputer dan ruang perpustakaan telah dimanfaatkan oleh siswa, sementara ruang IPA masih dalam tahap penyelesaian.
Kepala SMP Negeri 3 Makarti Jaya, Irnawati, S.Pd., mengakui bahwa proyek tersebut mengalami keterlambatan dari jadwal kontrak awal yang berlangsung selama 90 hari kalender, terhitung sejak 25 September hingga 25 Desember 2025.

“Memang benar terjadi keterlambatan dari jadwal yang telah ditetapkan. Namun, kami telah mendapatkan addendum dari pemerintah pusat hingga akhir Januari 2026,” ujar Irnawati saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026)
Meski demikian, hingga kini pekerjaan belum sepenuhnya rampung.
Menanggapi hal itu, Irnawati menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut berdasarkan keterangan dari pihak penyedia disebabkan oleh kendala ketersediaan material.
“Dari pihak sekolah, seluruh kewajiban telah diselesaikan, termasuk pembayaran yang sudah dilakukan hingga 100 persen. Untuk keterlambatan ini merupakan tanggung jawab pihak penyedia,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga telah menyampaikan surat pernyataan kepada penyedia agar segera menyelesaikan pekerjaan yang tersisa, khususnya pada pembangunan ruang IPA.
Irnawati turut mengapresiasi peran Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin yang telah membantu memediasi permasalahan keterlambatan tersebut dengan pihak penyedia.
“Pihak penyedia juga menyatakan komitmennya untuk menuntaskan pekerjaan yang belum selesai. Dalam waktu dekat, pemasangan jendela, pintu, dan ventilasi ruang IPA ditargetkan rampung,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal dengan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia.
“Proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, kami menyesuaikan dengan kondisi yang ada sambil menunggu pekerjaan diselesaikan,” tutup Irnawati.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Supardi, S.Pd., M.Si, membenarkan adanya keterlambatan dalam proyek revitalisasi SMP Negeri 3 Makarti Jaya.
Menurut Supardi, keterlambatan tersebut disebabkan oleh kendala pada proses pemesanan material oleh pihak penyedia.

“Keterlambatan terjadi pada pemesanan barang. Saat ini tinggal beberapa item pekerjaan, seperti pemasangan kaca, yang sedang diselesaikan,” ujar Supardi saat dimintai tanggapannya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya telah memberikan addendum bagi sekolah-sekolah yang pekerjaannya belum rampung.
“Memang ada addendum bagi pekerjaan yang belum selesai,” katanya.
Lebih lanjut, berdasarkan informasi dari pihak sekolah, proses penyelesaian proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Info dari kepala sekolah, dua hari selesai,”pungkasnya (Tim)














