PT. Jasa Raharja

Pastikan Perlindungan Maksimal Pemudik di Penyeberangan Merak–Bakauheni

11
×

Pastikan Perlindungan Maksimal Pemudik di Penyeberangan Merak–Bakauheni

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, SUMSEL JARRAKPOS, Pergerakan jutaan pemudik Idulfitri 2026 di lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni menuntut kesiapan menyeluruh dan terintegrasi. Untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal, Jasa Raharja turut ambil bagian dalam Survei Pelabuhan Merak–Bakauheni dalam rangka kesiapan yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh , dan diikuti Direktur Utama Jasa Raharja bersama Direktur Operasional Ariyandi serta para pemangku kepentingan terkait.

Survei Udara hingga Peninjauan Lapangan

Survei dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter dari Jakarta menuju , kemudian dilanjutkan peninjauan di sejumlah titik strategis, di antaranya Pelabuhan BBJ Muara Pilu dan Pelabuhan WIKA Beton. Rombongan juga melakukan peninjauan ke Pelabuhan Indah Kiat, BBJ Bojonegoro, hingga .

Kehadiran Jasa Raharja dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sebagai BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan sistem transportasi nasional, khususnya di jalur Merak–Bakauheni yang menjadi salah satu titik terpadat saat arus mudik dan arus balik Idulfitri.

Kesiapan Meningkat, Fasilitas Bertambah

Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa kesiapan pelabuhan tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sehari penuh kami bersama seluruh stakeholder melakukan survei dari udara hingga peninjauan langsung di lapangan. Kesiapan pelabuhan cukup baik. Bahkan terdapat penambahan satu pelabuhan, Sumur Makmur Abadi di Lampung. Sementara di BBJ dan Ciwandan ada penambahan fasilitas sandar dan armada kapal,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh persiapan tersebut diarahkan untuk mewujudkan tagline Mudik Aman, Warga Bahagia sesuai arahan Kapolri. “Bukan sekadar perjalanan, tetapi memastikan berangkat aman, perjalanan aman, hingga kembali dengan selamat,” tegasnya.

Tiga Fokus Jasa Raharja

Muhammad Awaluddin menegaskan terdapat tiga fokus utama Jasa Raharja pada Operasi Ketupat 2026.

Pertama, memastikan seluruh pelintas mudik, baik pada arus berangkat maupun arus balik, terlindungi dengan keselamatan sebagai prioritas utama.

Kedua, memperkuat koordinasi lintas sektor guna menekan fatalitas kecelakaan.

Ketiga, memastikan kecepatan respons dalam penanganan santunan.

“Selama periode Angkutan Lebaran tahun ini, kami menjalankan program Zero Pending Claim. Tidak ada klaim santunan yang tertunda. Seluruh proses kami dorong agar tuntas dan cepat. Negara hadir bukan hanya memberikan jaminan perlindungan, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat,” tegas Awaluddin.

Antisipasi Lonjakan Kendaraan Roda Dua

Data periode mudik sebelumnya menunjukkan volume kendaraan roda dua di Pelabuhan Ciwandan mencapai lebih dari 100 ribu unit. Angka tersebut menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, termasuk petugas Jasa Raharja yang bersiaga di titik-titik strategis guna memastikan layanan asuransi kecelakaan dapat diakses secara cepat dan tepat.

Sebagai BUMN yang mengemban mandat perlindungan dasar, Jasa Raharja tidak hanya menjamin santunan korban kecelakaan, tetapi juga aktif dalam upaya pencegahan melalui edukasi keselamatan berkendara, integrasi data kecelakaan, serta kolaborasi lintas sektor.

Melalui survei ini, seluruh pihak memastikan kesiapan infrastruktur, manajemen rekayasa lalu lintas, dukungan armada kapal, serta fasilitas sandar guna mengantisipasi lonjakan pemudik. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menekan potensi kepadatan dan risiko kecelakaan, sekaligus memperkuat rasa aman masyarakat dalam menjalankan tradisi mudik Idulfitri 2026. (Rill)