Politik

Di HUT ke-18 Gerindra, Budi Mulya Turun ke Sukarami, Serap Aspirasi Ibu-Ibu hingga Isu Kebutuhan Dasar

19
×

Di HUT ke-18 Gerindra, Budi Mulya Turun ke Sukarami, Serap Aspirasi Ibu-Ibu hingga Isu Kebutuhan Dasar

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

PALEMBANG, SUMSEL JARRAKPOS, — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra dimanfaatkan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Palembang, Budi Mulya, SH., MM, untuk turun langsung ke masyarakat.

Bersama jajaran pengurus, yang juga menjabat Wakil Ketua DPC Gerindra Palembang itu menggelar silaturahmi dengan ibu-ibu di Kecamatan Sukarami, sebuah agenda yang tak sekadar seremonial politik.

Budi Mulya tidak hanya menyampaikan pesan partai, tetapi mendengar langsung keluhan warga, mulai dari kebutuhan pokok rumah tangga, kondisi lingkungan, hingga persoalan sosial yang dihadapi keluarga.

“Suara ibu-ibu itu suara dapur, suara keluarga. Kalau mereka bicara soal harga, pendidikan anak, atau keamanan lingkungan, itu gambaran kondisi riil masyarakat,” ujar Budi Mulya di sela kegiatan, Rabu (4/2/2026).

Momentum HUT Gerindra ke-18 ini, menurut Budi, harus dimaknai sebagai refleksi pengabdian, bukan sekadar perayaan usia partai.

Ia menegaskan, Gerindra di tingkat daerah dituntut lebih responsif terhadap persoalan konkret warga, terutama di tengah tekanan ekonomi rumah tangga yang masih dirasakan sebagian masyarakat perkotaan.

Secara politik, kehadiran Budi Mulya di Sukarami juga menunjukkan peran strategis Fraksi Gerindra di DPRD Kota Palembang dalam menjaga konektivitas antara kebijakan dan aspirasi akar rumput.

Dalam beberapa kesempatan, ia menyoroti pentingnya penguatan program yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga, seperti stabilitas harga, layanan kesehatan, dan dukungan terhadap usaha kecil berbasis rumah tangga.

Silaturahmi tersebut berlangsung sederhana, namun sarat pesan politik: Gerindra ingin menegaskan identitas sebagai partai yang membangun kedekatan, bukan jarak, dengan masyarakat.

Di usia ke-18, partai berlambang kepala Garuda itu disebut Budi harus tetap solid, konsisten, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Kerja politik itu harus terasa manfaatnya. Kalau masyarakat belum merasakan perubahan, berarti kita belum maksimal,” kata dia.

Di tingkat lokal, langkah seperti ini menjadi indikator bagaimana partai memelihara basis sosialnya, sekaligus menguji komitmen kadernya dalam menjalankan fungsi representasi.

Bagi Budi Mulya, silaturahmi bukan agenda sesaat, melainkan bagian dari pola kerja politik yang berkelanjutan.

Peringatan HUT Gerindra ke-18 di Sukarami itu ditutup dengan doa bersama, harapan agar kebersamaan antara wakil rakyat dan masyarakat tetap terjaga—di tengah dinamika politik dan tantangan sosial yang terus bergerak.(WNA)