Politik

Di-PAW di Era Abdiyanto, Yudi Arian Kini Fokus Salurkan Aspirasi Warga ke Bupati OKI

13
×

Di-PAW di Era Abdiyanto, Yudi Arian Kini Fokus Salurkan Aspirasi Warga ke Bupati OKI

Sebarkan artikel ini

OKI, SUMSELJARRAKPOS — Yudi Arian, mantan anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan  yang sebelumnya diberhentikan melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) pada era kepemimpinan Abdiyanto, kini memilih jalur berbeda dalam pengabdiannya.

Meski tak lagi berada di parlemen maupun struktur partai, Yudi mengaku tetap aktif membantu Pemerintah Kabupaten OKI, khususnya dalam menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung kepada Bupati OKI, Muchendi.

Langkah tersebut diambil Yudi setelah secara resmi menerima surat pemecatan sebagai kader PDIP. Ia menyatakan menerima keputusan partai dengan sikap legowo dan tanpa polemik.

“Saya sebagai kader partai menerima apa pun keputusan partai. Saya siap menerima sebuah keputusan partai,” ujar Yudi saat dikonfirmasi.

Menurut Yudi, dinamika politik adalah bagian dari konsekuensi berorganisasi. Ia menegaskan tidak ingin larut dalam konflik internal maupun tarik-menarik kepentingan politik yang berlarut.

Saat ini, Yudi menyatakan fokus pada kegiatan bisnis serta mengambil posisi di luar partai politik.

Meski demikian, ia menegaskan kepeduliannya terhadap kepentingan masyarakat OKI tetap menjadi prioritas, terutama dalam menjembatani keluhan dan kebutuhan warga kepada pemerintah daerah.

“Bagi saya, membantu masyarakat tidak harus lewat jabatan atau partai. Selama masih bisa berkontribusi, itu yang terpenting,” imbuhnya.

Keputusan Yudi untuk mengambil peran non-partai menandai babak baru perjalanan politiknya, dari legislator aktif hingga kini memilih jalur pengabdian informal di luar struktur kekuasaan dan kepartaian.

Menariknya, saat ditanya terkait kabar keluarnya Abdiyanto yang disebut-sebut kini berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Yudi menanggapi dengan santai. Ia menegaskan hal tersebut bukan menjadi urusannya.

“Itu bukan urusan saya. Saya sempat terkejut juga mendengarnya,” ujarnya singkat.

Namun, dengan nada bercanda, Yudi menyelipkan pernyataan yang mengundang senyum sekaligus tafsir politik.

“Mungkin loyalitasnya ke PDIP sudah goyah, tidak setegas sewaktu melakukan melakukan PAW terhadap saya dulu,” ujarnya sambil tertawa. (LUK)