Pendidikan

Putri Meilanda, Lulusan Termuda Unsri Raih IPK 4,00, Hidayat Comsu: Ini Anugerah Besar untuk Keluarga

39
×

Putri Meilanda, Lulusan Termuda Unsri Raih IPK 4,00, Hidayat Comsu: Ini Anugerah Besar untuk Keluarga

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG, SUMSELJARRAKPOS — Momen haru mewarnai Wisuda ke-181 Universitas Sriwijaya (Unsri) yang digelar di Kampus Indralaya, Rabu (10/12/2025). Di antara ratusan wisudawan/ti, sosok Putri Meilanda mencuri perhatian.

Putri Meilanda menjadi lulusan termuda pada jenjang Magister Ilmu Akuntansi sekaligus berhasil meraih IPK sempurna 4,00 dengan Predikat cumlaude.

Prestasi Putri kian istimewa karena diperoleh pada usia yang jauh lebih muda dibandingkan mayoritas mahasiswa magister lainnya.

Dalam prosesi wisuda yang menghadirkan Ketua MPR RI Ahmad Muzani sebagai penyampai orasi ilmiah, nama Putri menjadi salah satu yang paling banyak mendapat sorotan.

Namun di balik ketenangan Putri, ada kisah perjalanan panjang tentang disiplin, kesabaran, dan peran penting seorang ayah dalam membentuk karakter seorang anak.

Tumbuh dalam Rumah yang Menjaga Nilai dan Pendidikan

Putri Meilanda lahir pada 22 Mei 2002 sebagai putri bungsu dari pasangan H. Hidayat Comsu dan Ellyani. Ia tumbuh dalam keluarga yang memandang pendidikan bukan sekadar kewajiban, tetapi investasi kehidupan.

Hidayat Comsu, politisi dan tokoh masyarakat yang pernah menjabat Anggota DPRD Kota Palembang (2014–2019) serta Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan (2018–2023), dikenal sebagai sosok yang tegas dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan kejujuran.

“Sejak kecil, ayah selalu mengajarkan bahwa mimpi itu harus diiringi kerja keras,” kata Putri.

Pola asuh itulah yang membentuk karakter Putri: pendiam, rapi, fokus, dan selalu datang paling awal ke ruang kuliah maupun perpustakaan. Ia lebih suka bekerja dalam diam dan menunjukkan kualitas lewat hasil, bukan kata-kata.

Pendampingan Seorang Ayah yang Tidak Pernah Putus

Meski memiliki kesibukan yang padat, Hidayat tetap mengikuti setiap perkembangan pendidikan Putri. Mulai dari nilai kuliah, kondisi mental, hingga penyusunan tesis, semua ia pantau tanpa suara hadir, tapi tidak menuntut.

“Saya sering pulang ketika anak-anak sudah tidur, dan berangkat sebelum mereka bangun,” kenangnya.

“Tapi saya selalu berdoa, kalau saya tidak bisa hadir dengan waktu, semoga Allah hadirkan keberkahan untuk mereka.”sambungnya

Doa itu hari ini seolah terjawab.

Ketika nama Putri Meilanda diumumkan sebagai lulusan termuda dengan IPK sempurna, Hidayat terlihat menahan napas panjang. Mata yang biasanya tegar tiba-tiba memerah.

“Alhamdulillah… ini anugerah besar bagi keluarga kami,” ucapnya lirih.

Pelukan panjang yang diberikan Hidayat kepada putrinya setelah acara wisuda menjadi gambaran paling jujur dari rasa bangga seorang ayah pelukan yang lebih bercerita daripada seribu kata

Minat Akuntansi yang Mengakar Sejak Sekolah

Putri mengenal dunia akuntansi sejak duduk di bangku sekolah menengah. Ia menyukai detail angka, logika laporan keuangan, dan struktur analisis yang jelas.

Minat itu berkembang menjadi visi profesional yang matang hingga membawanya ke jenjang magister pada usia sangat muda.

Rekan-rekannya menggambarkan Putri sebagai sosok yang kalem, pekerja keras, dan tidak pernah menunda tugas. “Anaknya selalu datang paling awal,” ujar salah satu teman seangkatannya.

Putri sendiri menyebut keberhasilan ini bukan semata hasil kerja keras pribadi.

“Ini kombinasi antara disiplin, dukungan keluarga, dan bimbingan para dosen. Pesan ayah selalu sama: ilmu itu harus bermanfaat,” tuturnya.

Lebih dari Sekadar IPK 4,00

Bagi Hidayat Comsu, IPK sempurna Putri adalah kebanggaan. Namun ada yang lebih ia syukuri: karakter dan ketekunan anaknya.

“IPK 4,00 itu luar biasa. Tapi yang membuat saya paling bahagia adalah Putri tumbuh menjadi anak yang disiplin dan tidak mudah menyerah,” ujarnya dengan suara bergetar.

Wisuda ke-181 Unsri tahun ini menutup rangkaian wisuda 2025 dengan banyak kisah inspiratif dan salah satunya datang dari Putri Meilanda, perempuan muda yang membuktikan bahwa prestasi tertinggi tidak lahir dari popularitas, melainkan konsistensi dan dukungan keluarga.

Putri kini berencana melanjutkan karier di bidang analisis keuangan dan membuka kemungkinan menjadi akademisi. Baginya, ilmu harus “hidup” dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Sebuah Kisah yang Menginspirasi Generasi Muda

Di antara riuh rendah kebanggaan di ruang wisuda itu, terlihat jelas: kadang seorang ayah tidak membutuhkan banyak kata untuk menunjukkan cinta. Cukup dengan mata yang berkaca-kaca dan pelukan yang lama.

Kisah Putri Meilanda kini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pelajar di Sumatera Selatan bahwa kerja keras, integritas, dan dukungan keluarga adalah fondasi yang mampu membawa seseorang mencapai pintu-pintu keberhasilan.**