Indosat

Indosat Dorong Inklusi Digital, Berikan Pelatihan AI bagi Guru dan Penyandang Disabilitas

17
×

Indosat Dorong Inklusi Digital, Berikan Pelatihan AI bagi Guru dan Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, SUMSEL JARRAKPOS, – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung inklusi digital di Indonesia melalui program IDCamp Gen AI Bootcamp 2024: Generative Teacher dan IDCamp for Disabilities 2024. Program ini memberikan pelatihan kecerdasan artifisial (AI) kepada 526 guru sekolah dasar hingga menengah serta 74 penyandang disabilitas, termasuk disabilitas fisik, tuli, rungu, dan netra.

Steve Saerang, SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan, “Tujuan besar Indosat adalah memberdayakan Indonesia. Kami berkomitmen memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Melalui program IDCamp ini, kami berupaya mengembangkan talenta digital secara merata, membekali para guru dan penyandang disabilitas dengan literasi digital untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian mereka. Dengan teknologi AI, kami mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global dengan keterampilan adaptif dan efektif.”

AI untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
IDCamp Gen AI Bootcamp 2024 fokus pada topik “Pemanfaatan AI untuk Proses Pembelajaran di Sekolah.” Dalam 8 sesi pelatihan langsung, para guru diajarkan konsep dan penerapan AI untuk meningkatkan efisiensi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Teknologi AI ini membantu guru mengotomatiskan tugas administratif, memungkinkan mereka lebih fokus pada interaksi langsung dengan siswa, serta mendesain kurikulum yang lebih personal dan efektif.

“Pemanfaatan AI membawa perubahan besar dalam pendidikan. Kami percaya AI dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif, mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan,” tambah Steve.

Inklusi Digital bagi Penyandang Disabilitas
Program IDCamp for Disabilities dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan digital yang berdampak nyata. Materi pelatihan mencakup penggunaan aplikasi seperti Be My Eyes untuk tunanetra dan Gemini by Google, yang memanfaatkan AI untuk meningkatkan aksesibilitas.

Antusiasme para guru dan penyandang disabilitas terhadap program ini terus meningkat setiap tahunnya, menegaskan kebutuhan dan dampak positif teknologi digital bagi masyarakat.

Dengan pelatihan ini, Indosat berharap dapat membuka akses lebih luas bagi semua kalangan untuk memanfaatkan teknologi, menjembatani kesenjangan digital, dan membangun Indonesia yang lebih inklusif. (Rillis)